Kethoprak merupakan sebuah pertunjukkan kesenian tradisional Jawa. Kethoprak bisa dinikmati di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Pertunjukkan kethoprak saat ini pada umumnya masih bisa dinikmati dalam acara televisi daerah, siaran radio daerah dan pertunjukkan langgsung di tempat seni budaya daerah. Walau kesenian modern berhasil menyisihkan kethoprak, namun hingga saat ini kethoprak masih memiliki penggemar tersendiri. Kethoprak masa kini telah mengalami perubahan dimana alur ceritanya sudah menyesuaikan dengan permintaan penggemar.
Biasanya alur cerita dalam kethoprak menceritakan tentang kisah peperangan dan kepahlawanan yang mengandung pesan kebaikan dan kejujuran. Adapun cerita yang diangkat dalam kethoprak merupakan cerita rakyat, babad, dongeng, sejarah, legenda dan adaptasi cerita-cerita dari negara lain. Untuk cerita-cerita dari negara lain biasanya mengambil cerita yang memang terkenal, seperti Hamlet ataupun Sampek Eng Tay.Cerita-cerita lain dari berbagai buku juga sering dijadikan sebagai alur cerita dalam kethoprak.
Alur cerita yang dimainkan dalam kethoprak memiliki pemain yang disebut dengan Nayaga. Nayaga ini biasanya memainkan peran berupa adegan dialog, monolog maupun narasi. Adegan tersebut diiringi oleh tabuhan gamelan dan tembang (lagu). Pakaian yang digunakan oleh para pemain kethoprak menyesuaikan dengan alur cerita yang sedang dimainkan. Pakaian ini disebut dengan nama tetenger (pertanda).
Menurut sejarah, keberadaan awal kethoprak hanya berupa permainan untuk kaum lelaki di desa. Permainan ini biasanya diadakan pada saat bulan purnama sebagai hiburan dengan cara menabuh lesung. Lesung adalah alat untuk menumbuk padi agar menjadi beras. Karena hanya memakai lesung sebagai alat pengiringnya, permainan ini disebut dengan nama gejong lesung. Awal mula kelahiran kethoprak ini terjadi pada tahun 1887.
Seiring berjalannya waktu, permainan ini mengalami perubahan alat pengiringnya, dimana mulai ditambahkannya beberapa alat musik seperti kendang dan suling. Hingga pada tahun 1909, pertunjukan awal kethoprak dilakukan secara sempurna di depan khalayak umum.
Pertunjukan awal kethoprak ini diberi nama Kethoprak Wreksatama yang diprakarsai oleh Ki Wisangkara. Pada awal pertunjukan kethoprak ini, para pemainnya hanya terdiri dari kaum lelaki saja. Alur cerita yang dimainkan pun hanya berupa cerita dari buku seperti Darma-Darmi, Kendana-Kendidi, Warsa-Warsi dan lain-lain. Sejak awal pertunjukan, kethoprak menjadi sebuah pertunjukan yang digemari oleh masyarakat banyak. Hingga menjadi kebudayaan yang mengakar.
Sejak saat itu kethoprak mengalami perkembangan seni dimana pertunjukan kethoprak dibuat lebih menarik dan kreatif dengan berbagai macam alur cerita. Para pemainnya juga mengalami perkembangan hingga kaum perempuan bisa turut menjadi pemeran kethoprak. Alat pengiringnya pun sudah semakin lengkap dengan adanya gamelan.
Ada enam jenis pertunjukan kethoprak yang dibedakan berdasarkan urutan lahir, yaitu:
Kothekan Lesung
Yang satu ini merupakan cikal bakal pertunjukan kethoprak yang juga disebut dengan nama gojeg lesung.
Kethoprak Lesung Wiwitan
Berupa tari-tarian yang dilakukan oleh para petani sebagai ungkapan rasa syukur mereka atas panen padi yang dilakukan. Berbagai cerita rakyat ikut mewarnai acara tari-tarian ini.
Kethoprak Lesung
Kethoprak yang berisi cerita rakyat dengan diiringi oleh beberapa alat musik seperti gendang, seruling, rebanda dan lesung.
Kethoprak Gamelan
Pengembangan dari Kethoprak Lesung dimana cerita yang dimainkan sudah berkembang dengan cerita Panji dan kostum pakaian ala Timur Tengah.
Kethoprak Gamelan Pendapa
Pertunjukan kethoprak yang diadakan di atas sebuah panggung yang berada di dalam pendopo. Cerita yang dimainkan hanya berupa cerita babad.
Kethoprak Panggung
Merupakan pertunjukkan kethoprak yang masih bisa dinikmati hingga sekarang. Cerita yang dimainkan pun bermacam-macam.
Hingga saat ini pertunjukan kethoprak masih bisa dilihat secara langsung di gedung kesenian. Untuk wilayah Yogyakarta, kethoprak bisa dilihat di Taman Budaya Yogyakarta yang berada di antara Taman Pintar dan Pasar Beringharjo. Yuk lihat kethoprak yang tak kalah seru untuk dinikmati!














